Senin, 30 Desember 2013

Tips n Triks : Baut Patah, Pakai Screw Extractor Saja

Beberapa teknisi sering dipusingkan bila mendapat kasus baut patah, karena pekerjaan yang mungkin cukup sederhana bisa menjadi lama karena hal yang satu ini.
Ada beberapa cara untuk membuka baut yang patah, salah satunya menggunakan screw extractor.
Screw extractor adalah suatu alat bantu untuk mengeluarkan baut yang patah, terutama patah di dalam lubang.

gambar screw extractor dan wrench extractor
sumber gambar : googling


Berikut tips cara penggunaan screw extractor yang benar.
Cara penggunaan :
  1. Digunakan untuk mengeluarkan baut ulir kanan (mengencangkan kearah jarum jam) yang patah.
  2. Bor baut yang patah, sebaiknya lubang bor tepat di tengah diameter baut.
  3. Ukuran diameter bor maximum 0.5x ukuran diameter baut yg patah (contoh : diameter baut patah 10mm, max diameter bor 5mm)
  4. Pilih screw extractor yang sesuai dengan lubang bor tadi.
  5. Setelah itu masukkan pahat screw extractor ke lubang, dan pukul perlahan dengan palu, sehingga ulir screw extractor mencengkram lubang baut yang patah.
  6. Sebaiknya dibantu dengan semprotan cairan anti karat, agar karat pada ulir baut yang patah dapat sedikit lunak/terkikis.
  7. Pastikan cengkraman pahat screw extractor sudah terpasang dengan kuat, putar perlahan pahat screw extractor dengan tap handle, ke arah berlawanan jarum jam. 
  8. Lakukan tahapan diatas dengan penuh perasaan, terutama tahapan No.5 ketika memukul pahat screw extractor dengan palu, bila terlalu keras, diameter baut akan semakin membesar sehingga lebih sulit baut patah untuk keluar. 
sumber artikel

Tips n Triks : Kenali 7 Musuh Cat Mobil Anda

Cat mobil ibarat kulit pada tubuh manusia. Perlu dirawat dan dijaga. Selain merusak keindahan, cat yang tak terawat bisa mengundang karat datang. Nah, beberapa hal ini perlu menjadi perhatian para pemilik mobil.
  1. Getah pohon.Masalah: Menempel erat di permukaan cat, memicu pengelupasan cat.
    Cara mengatasi: Gunakan pelarut cat berdaya rendah untuk membersihkan getah yang menempel. Jangan terlalu keras menggosoknya. Bisa juga menggunakan bensin untuk melarutkan getah.
  2. Lap atau busa pembersih yang kotor.Masalah: Partikel kotoran yang kasar justru menggores lapisan cat.
    Cara mengatasi: Selalu pastikan lap dan busa yang kita pakai dalam keadaan bersih sebelum digunakan untuk mengelap mobil.
  3. Kotoran burung.Masalah: Biji-bijian yang tidak tercerna dengan baik dan ikut dalam kotoran burung bisa menggores cat. Selain itu, substansi asam yang terkandung dalam kotoran burung bisa merusak cat.
    Cara mengatasi: Semprot dulu kotoran burung dengan air sebelum diusap dengan lap. Jangan digosok, karena bisa menggores cat. Larutan asam yang bisa meninggalkan noda di permukaan cat harus dibersihkan dengan sabun pembersih khusus mobil.
  4. Serangga.Masalah: Substansi asam yang terkandung dalam cairan tubuh serangga bisa merusak lapisan cat.
    Cara mengatasi: Segera bersihkan serangga yang mati di kaca atau badan mobil sebelum asam meresap ke dalam cat. Bersihkan noda yang membandel dengan sabun pembersih khusus mobil.
  5. Tumpahan bahan bakar dan oli (termasuk minyak rem).Masalah: Bisa meresap ke dalam lapisan cat dan hampir mustahil dibersihkan.
    Cara mengatasi: Bersihkan sesegera mungkin dengan kain microfiber (kanebo).
  6. Sarung mobil.Masalah: Sarung yang tembus air justru membuat air terperangkap di bawahnya, mempercepat berkembangnya jamur.
    Cara mengatasi: Pilih sarung mobil yang kedap air. Gunakan sarung mobil berwarna mengkilap (seperti silver) sehingga panas matahari dipantulkan.
  7. Sabun.Masalah: Sabun dengan pH tinggi seperti deterjen justru akan membuat cat mobil kusam. Sabun colek ada yang mengandung butiran kasar, bisa menggores cat mobil.
    Cara mengatasi: Gunakan sampo atau sabun khusus untuk mencuci mobil.
Jika kita sudah mengupayakan cara tersebut namun kotoran masih membandel, segera bawa mobil ke salon mobil, sebelum semakin parah.

author : J.B. Satrio Nugroho
sumbernya gan... 

Tips n TriksMembuka Baut, Baut berkarat atau Keras

Sebetulnya tidak sulit membuka baut pada sebuah alat/mesin, hanya menggunakan alat yang sesuai saja, tetapi ketika kita menemukan sebuah baut yang sudah berkarat atau yang sangat keras atau yang diberikan cairan khusus pengeras maka masalah baru akan timbul.
Berikut beberapa tips untuk membuka baut atau baut keras/berkarat :
Tips untuk membuka baut :
  • Kepala baut berjenis PHILLIP (plus) atau SLOTTED (minus) gunakan ukuran obeng yang sesuai. Terutama untuk PHILLIP (plus) sehingga kepala obeng dapat  mencengkram dengan baik, ada 3 ukuran obeng Phillips yaitu Ph.1, Ph.2, Ph.3. Bila kepala baut berbentuk SLOTTED gunakan obeng minus dengan lebar dan ketebalan yang sesuai sehingga semua kepala obeng dapat masuk ke dalam lubang minus kepala baut.
  • Kepala baut berjenis MALE HEX BOLT (segi 6 diluar) baut ini sangat umum digunakan, gunakan kunci dengan ukuran yang sesuai, bisa menggunakan kunci pas, kunci ring, kunci ringpas, kunci inggris, atau lainnya, yang harus diperhatikan, ukuran kunci harus sesuai, sehingga dapat mencengkram kepala baut dengan sempurna.
  • Kepala baut berbentuk FEMALE HEX BOLT (lubang segi 6) kunci yang digunakan biasa disebut kunci L karena umumnya berbentuk L, walaupun seharusnya kunci ini bernama hexagonal key (kunci segi 6), karena ada berbentuk L, berbentuk T atau yang menggunakan socket, yang harus diperhatikan, ukuran kunci harus sesuai dan lubang baut harus bersih, sehingga kunci dapat masuk hingga optimal dan mencengkram kepala baut dengan sempurna.
  • Selain jenis baut diatas, masih banyak lagi jenis kepala baut yang lain, intinya gunakan kunci/alat yang sesuai, sehingga tidak merusak kepala baut dan mendapatkan torsi yang maximal.
  • Setelah ditentukan kunci yang sesuai jangan lupa pastikan baut yang dibuka berjenis CCW (counter clockwise/berlawanan arah jam) atau CW (clockwise/searah jam)
  • Sebelum membuka baut dapat dilakukan pemukulan ringan kepala baut, hal ini untuk memberikan shock/kejutan ringan agar karat/kotoran yang menempel di ulir atau kepala baut terurai.
Tips untuk membuka baut keras/berkarat :
  • Sebelum membuka baut dapat dilakukan pemukulan ringan kepala baut, hal ini untuk memberikan shock/kejutan ringan agar karat/kotoran yang menempel di ulir atau kepala baut terurai.
  • Gunakan semprotan cairan pembersih karat, diamkan beberapa saat agar cairan dapat bekerja meresap ke dalam ulir, dapat juga sambil dilakukan pemukulan ringan untuk memberikan shock/kejutan/getaran agar mempermudah cairan masuk ke celah karat/ulir.
  • Gunakan kunci/alat yang tepat sehingga tidak merusak kepala baut dan mendapatkan torsi yang maximum.
  • Membuka baut dapat juga dengan melakukan pemanasan bagian mur, hal ini dilakukan agar terjadi pemuaian, sehingga memperbesar lubang drat juga mengeringkan/menghancurkan karat yang menempel pada ulir.
  • Bila suatu baut diberikan cairan pengunci, hal ini biasa dilakukan untuk menjaga garansi suatu produk, untuk membukanya diperlukan cairan pembuka yang sesuai dengan cairan pengunci tadi, bila dibuka paksa tanpa cairan pembuka baut akan cenderung rusak/patah.
  • Gunakan alat khusus untuk membuka baut keras, bisa menggunakan impact screwdriver/obeng ketok juga impact wrench, alat-alat ini berfungsi membuka baut dengan torsi kejut.
Tips untuk membuka baut patah/rusak :
  • Kepala baut rusak, dapat digunakan kunci dengan fungsi mencengkram, seperti tang kombinasimultiwrench atau tang buaya
  • Kepala baut rusak atau patah, dapat dilakukan dengan membuat sedikit cekungan pada ujung baut yang tersisa dengan gergaji besi, sehingga berbentuk Slotted sehingga masih dapat dibuka dengan obeng minus, kombinasikan dengan cara/tips membuka baut diatas. 
  • Kepala baut patah sehingga rata atau sedikit masuk didalam lubang drat, dapat dicoba dibuka dengan alat screw extractor.
  • Bila cara-cara diatas masih belum berhasil, dapat dilakukan pengeboran, diameter bor harus sesuai dengan diameter lubang mur, sehingga hanya badan baut saja yang hancur, tanpa merusak ulir mur, proses ini memerlukan ketelitian yang cukup tinggi, karena harus dapat mengebor persis di tengah diameter baut yang patah. setelah itu bersihkan alur ulir mur dengan TAP dengan ukuran ulir yang sesuai.
  • Cara lain dengan memasang tread recoil, tetapi alat ini masih jarang ada di pasaran Indonesia dan harganya lumayan cukup tinggi, karena harus membeli tap drill yang sesuai dan tread recoilnya, fungsi dari alat ini adalah mengembalikan ukuran baut/ulir sesuai dengan ukuran semula.
  • Cara terakhir adalah dengan membuat drat baru yang lebih besar, dengan cara membuang baut patah dengan bor, lalu lubang ulir diproses tap lagi dengan ukuran yang lebih besar.  
Karena keterbatasan penulis, mungkin masih ada cara lain yang tidak tertulis diatas, semoga cara/tips diatas dapat membantu dalam membuka baut keras/rusak.